INFOPANIAI

BERITA AGAMA

KEKACAUAN 2 kubu GKII & KINGMI PAPUA
KEKACAUAN 2 kubu GKII & KINGMsetiap insan selalu berada merusak kehidupan umat yang percaya
dan selalu hidup ini iblis mencobai,setiap kehidupan umat yang percaya
selalu saja mengoda dengan berbagai persoalan,inilah hidup manusia selalu dan selalu mencekam terus menerus kapan ka? akan tenang hidup ini, kami selalu berdoa kepada mu Tuhan engkaulah penolong setiap insan yang mendominasi di bawa kolong langit ini

AWAL TERJADI MASALAH
- sesudah gereja GKII Bethesda di bangun dan hari peresmian akan terjadi masalah. Masalah terjadi karena lambang yang di pasang wilayah tidak kordinasi dengan baik kepada pihak kelasis Nabire apa lagi gereja Bethesda ini induk gereja kingmi yang ada di nabire
- Masala yang ringan tetapi akanlah terjadi dengan darah yang panas maka akan terjadi konflik antara 2 kubu KINGMI & GKII yang sangat kuat,maka terjadilah kekacauan di tempat tersebut, sedang belangsung di kediaman gereja bethesda disitulah pusat masalah KINGMI dan WILAYAH GKII. Di Nabire

PUSAT MASALAH
- yang terjadi LAMBANG / LOGO yang di tempel di depan pintu masuk gereja Bethesda.. pihak KINGMI, memintah harus merobah lambang yang di pasang di depan pintu gereja Bethesda dengan alasan-
- gereja Bethesda belum kordinasi dengan pihak yang bersangkutan Seperti biro Klasis kingmi Nabire papua
- otsus Tahun 2001 berlaku, maka berlakulah otsus tersebut baik dalam pemerintahan maupun birokerat Agama yang ada di papua. KINGMI alasan mendasar seperti itu, saya pikir sangatlah benar krn otsus berlaku di tanah papua ini
-
TERJADI KONVILIK

- Pada hari kamis 03 12 2008 akanlah terjadi kekacauan di depan gereja Bethesda karang mulia Nabire, berlangsung beberapa menit dan tenang kembali, sedikit lagi datanglah sebua terek anggota menjaga.
- Pada tanggal 04-12-2008 jam 09 pagi terjadi lagi kekacauan dengan rombongan masyarakat dan sekelompok anggota polri, dan disitulah terjadi tembak menembak selama berapa menit, dan pihak masyarakat luka luka kena peluru karet dan tidak terlalu berat
Keputusan terakir dari Departemen agama di Nabire dan kepala daerah bupati nabire menunda peresmian gereja tersebut dan Lambang akan di robah, keputusan departemen agama di puasat akan berlangsung tanggal 8 12 2008

Yang mengangumi anak jalanaI PAPUA

by NOFIT NAWIPA

PAPUA

Ratusan mahasiswa Papua se-Jawa Bali yang tergabung dalam Komite Aksi Nasional Rakyat Papua Barat (KANRPB) dengan menggunakan berbagai atribut adat melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (1/12). Dalam aksinya mereka menuntut Pemerintah Pusat untuk membuka ruang dialog dan melaksanakan Referendum bagi kebebasan rakyat Papua menentukan nasibnya sendiri.

JAYAPURA, RABU – Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan saat ini jumlah rakyat Papua yang menuntut kemerdekaan sudah jauh berkurang. “Hasil pelaksanaan otonomi khusus (Otsus) di Papua sudah mulai dirasakan masyarakat sehingga tuntutan untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah jauh berkurang,” kata Gubernur Suebu di Jayapura, Selasa (2/12) malam.

Menurut dia, indikasi berkurangnya tuntutan kemerdekaan itu terlihat dari kehadiran warga untuk memperingati apa yang disebut hari “Papua Merdeka” pada 1 Desember dengan wujud mengibarkan bendera bintang Kejora. “Di masa sebelum Pemberlakuan Otonomi Khusus, ribuan orang menghadiri hari kemerdekaan pada setiap 1 Desember dan diwarnai aksi kekerasan. Namun kini acara semacam itu hanya dihadiri segelintir orang,” katanya.

Bertalian dengan itu, gubernur menyesalkan penilaian beberapa kalangan yang hanya terfokus pada pengibaran bendera Papua Merdeka saja tanpa melihat akar persoalannya.

Suebu, yang pernah menjadi gibernur Papua di masa Orde Baru itu, mengibaratkan pengibaran Bendera Papua hanyalah asap saja, sementara apinya adalah kemiskinan, ketidakadilan dan keterbelakangan. “Jika apinya telah kita bendung, maka asapnya tidak akan muncul lagi,” kata Suebu mengibaratkan.

Dalam pertemuan dialogis dengan sejumlah wartawan dari berbagai media massa cetak Jakarta di kediaman resmi gubernur di Jayapura, Suebu menjelaskan beragam persoalan yang dihadapi provinsi terkebelakang di Indonesia tersebut. Pertemuan para wartawan Ibukota dan Gubernur Suebu itu diprakarsai oleh Departemen Luar Negeri, yang pada kesempatan itu dihadiri pula para peserta Diklat calon diplomat RI.

Gubernur memaparkan mengenai upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan, pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan membendung pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Menjawab pertanyaan Antara dalam pertemuan itu menyangkut kecaman Amnesti Internasional atas pelanggaran HAM di Papua, Suebu menepis bahwa banyak data yang digunakan lembaga tersebut tidak akurat. “Saya pernah menemui pimpinan Amnesti Internasional yang bermarkas di Inggris itu. Ternyata data mengenai para korban HAM yang dihimpunnya tidak akurat,” katanya.

Sebelumnya, pada 25 September, Amnesti Internasional mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyelidiki kasus pelanggaran HAM di Papua terutama mengenai penyiksaan terhadap para narapidana.

Suebu mengungkapkan bahwa pihak Amnesti pernah menunjukkan pada dia tentang nama-nama korban HAM di Papua. “Tapi saya sendiri tidak mengenal (nama-nama) yang disodorkan Amnesti. Bagaimana saya menjelaskan. Toh saya sendiri tidak mengenal nama-nama korban pelanggaran HAM itu,” katanya.

BERITA PAPUA

Pilkada Pekan III Desember Kab Nabire
NABIRE – Sesuai jadwal kampanye terbuka Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire tahun 2008 yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire, 1 Desember lalu, diperkirakan pelaksanaan pemungutan suara akan dilaksanakan pecan III (minggu ke 3) Desember 2008. Sebab, dalam jadwal kampanye yang ditandatangani Ketua KPU Nabire, Yusuf Kobepa, SH, kampanye terbuka mulai dilaksanakan Jumat (5/12) hingga Selasa (16/12) mendatang.Dengan ancar-ancar jadwal kampanye di atas, diperkirakan pemungutan suara Pilkada Nabire akan dilaksanakan pada hari ke 4 setelah hari terakhir kampanye. Karena tiga hari dua pecan kampanye adalah untuk masa tenang.
Jadwal tersebut ditetapkan melalui berita acara Nomor 272/149/BA.KPU/2008 tentang Penyampaian Pergeseran jadwal Kampanye Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2009-2014.
Dalam berita acara yang ditetapkan Sabtu, 22 November 2008 KPU Nabire menetapkan pergeseran jadwal yang sedianya dilaksanakan mulai 17 November hingga 30 November dan masa tenang tiga hari dari empat belas hari kampanye. Berita acara tersebut ditandatangani lima anggota KPU dan cap.
KPU Nabire menetapkan waktu kampanye mulai pukul 9 hingga jam 4 sore (pukul 16). Pada hari Jumat kampanye dimulai pukul 13 hingga 17.00 WIT. Untuk Distrik Nabire, pelaksanaan kampanye bertempat di Taman Gizi, Oyehe.
Sekalipun sudah ada berita acara pergeseran dengan ancar-ancar kampanye hari pertama pada besok, Jumat (5/12) namun belum pasti. Sebab, kapan mulai star dan persiapan lainnya, KPU juga belum koordinasi dengan sembilan kandidat.

Kepada Cinta dan Kebenaran

Kepada Cinta dan Kebenaran
Tatkala orang bicara cinta dan kebenaran sesungguhnya ia tengah mencari dan memilih “sesuatu” dalam hidup serta kehidupan. Salah mencari bisa tersesat lalu terjerumus. Was-was memilih menjadi ragu-ragu. Atau terlampau yakin cenderung gegabah. Bahkan, bisa terjebak rasa takabur lagi sombong. Tidak untuk ketiganya. Semua orang ingin menjadi orang yang benar, benar, dan benar.
Adalah keniscayaan bahwa cinta dan kebenaran selalu menarik diperbincangkan, dinyanyikan, bahkan dilegendakan banyak orang di mana pun. Oleh karena sejatinya hidup berawal dari cinta, dan kehidupan menjadi menarik sebab keyakinan tentang kebenaran.
Hidup itu sendiri. Hanya kehidupan yang bersama-sama. Hidup ditentukan oleh diri sendiri. Kehidupan dapat ditentukan orang lain dan lingkungan. Setiap hidup berbeda. Cuma kehidupan yang bisa dan boleh diseragamkan. Hidup itu manunggal rasa. Hanya berbeda rupa berbeda warna.
Kalau ia garis hidup itu vertikal – kehidupan ialah garis horizontal. Pada dimensi bilangan, hidup itu nol. Maka kehidupan adalah angka-angka sesudahnya. Seandainya cinta itu zat ia tak berwarna. Maka kebenaran yang memberinya warna-warni. Ibarat tubuh cinta ialah darah yang mengaliri hidup. Sedangkan kebenaran kaki penyangga kehidupan.
Tidak ada kehidupan tanpa hidup. Bermanfaat dan mudharatnya hidup karena kehidupan.
Tak ada hidup tanpa cinta. Sia-sia kehidupan tanpa kebenaran. Demikian aneka unsur jalin-berjalin antara hidup, cinta, kehidupan, dan kebenaran. Aduhai, sesungguhnya siapa di balik makna (hakiki) cinta dan kebenaran dalam hidup serta kehidupan ini?
Konon, cinta ialah sesuatu berbentuk pengungkapan, perasaan, pengorbanan, pengertian, dan program.
Pertanyaan hipotesa adalah: (1) bagaimana dikatakan cinta, sedangkan kamu belum pernah mengungkapkan apa-apa; (2) bagaimana bisa mengatakan bahwa cintamu sungguh suci, sedangkan kamu tak punya perasaan apa-apa; (3) bagaimana disebut cinta, sementara kamu tak pernah berkorban apa-apa; (4) bagaimana bisa menerima cintanya, sedangkan kamu tidak punya pengertian apa-apa; (5) bagaimana mungkin cintamu disebut tulus dan ikhlas, sedangkan dirimu tak punya program apa-apa?
Dan kebenaran adalah sesuatu yang berbentuk penyelidikan, permasalahan, pembahasan, pengetrapan, atau tindakan, dan petunjuk.
Pertanyaan retorikanya: (1) bagamana mungkin sesuatu dianggap benar, sedangkan hal itu sama sekali belum pernah diselidiki; (2) bagaimana hal itu dapat dikatakan benar, sedangkan kamu belum mengerti permasalahannya; (3) bagaimana mungkin sesuatu dianggap benar, sedangkan sebelumnya hal itu tidak pernah dilakukan pembahasan; (4) bagaimana mungkin dikatakan benar, sedangkan kamu belum pernah mengetrapkannya; (5) bagaimana tindakanmu dikatakan benar, sedangkan langkah yang kamu tempuh tidak sesuai petunjuk?
Itulah cinta dan kebenaran. Tatkala mencarinya wajib melalui tata hukum yang dijalankan secara benar guna mengetahui sesuatu hal. Atau mengetahui dulu dengan benar hal ikhwal jalannya hukum sesuatu hal. Jangan dipenggal. Jangan pula diacak atau dibolak-balik. Itu satu rangkaian makna kalimat. Bisa menimbulkan kerancuan, stagnasi, distorsi, dan seterusnya. Dan, seringkali pemaknaan sepotong-sepotong cenderung ngawur dan mengada-ada.
Mereguk cinta dan kebenaran dalam hidup serta kehidupan butuh persyaratan, tata krama, atau kriteria logika. Oleh karena meraih cinta dan kebenaran jalannya ada dan lagi nyata. Bukan seperti mimpi. Ada tetapi tak nyata.
Cinta bukan soal perasaan belaka. Bukan masalah pengungkapan saja. Bukan perasaan saja. Bukan pula soal pengertian semata. Cinta butuh pengorbanan. Ia butuh program-program nyata. Demikian pula hal ikhwal kebenaran.
Ternyata ia bukan sekedar petunjuk pimpinan. Tidak pula fatwa para ulama. Atau doktrin-doktrin semata. Kebenaran butuh penyelidikan karena ada masalah sebelumnya. Kebenaran membutuhkan pembahasan. Dan, suatu kebenaran butuh penerapan tindakan sebagai bukti untuk meyakinkan bahwa hal itu memang benar adanya.
Menyatakan cinta tanpa ada kriteria dan persyaratan logika adalah gombal belaka. Seperti remaja dimabuk cinta cuma syahwat yang bicara. Ia akan berlalu saat kau terlena dibuai cinta. Menyebut kebenaran tidak dengan tata krama logika adalah dogma.
Apakah dogma ialah keyakinan yang diterima tanpa kritik tanpa selidik. Cuma soal waktu saja. Lambat laun dogma berubah basi di mana manfaatnya hanya sekedar mitos ataupun stigma. Letaknya dimulut berselimut gengsi dan kebohongan belaka.
Oleh karena itu janganlah berpindah dari suatu hal kepada hal lain sebelum kamu mengetahui hakikat kebenaran. Terutama kebenaran mencinta, dicinta, serta kebenaran dalam bercinta.
Sesuatu dikatakan benar adalah sesuatu yang bergerak menurut sifat dan tuntutan dari zamannya. Selain daripada itu masih belum dapat dikatakan benar secara mutlaq. Oleh karena sesungguhnya kebenaran itu berasal dari sang Dia, Rabb Yang Kekal Abadi.

Ditulis dalam INDONESIA. Kaitkata: . Tinggalkan sebuah Komentar »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.